Berita

POTENSI EKONOMI USAHA IKAN ASAP DI KELURAHAN PELUTAN

Pada hari jumat (26/07/2024) sekelompok mahasiswa KKN angkatan 59 Kelompok 68 UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan berkunjung ke tempat produksi ikan asap yang berada di RT 5 Rw 2 untuk melakukan wawancara tentang ikan asap bersama karyawan yang bekerja yaitu bapak Suhar dan bapak Karyo. Kunjungan dan wawancara itu dilakukan untuk mengetahui bagaimana salah satu potensi desa di kelurahan pelutan dan untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan ikan asap.

Ikan asap ini merupakan salah satu produk olahan yang turun temurun dari nenek moyang dan digemari konsumen karena rasanya yang khas. Proses pengasapan ikan di Indonesia pada mulanya masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan peralatan yang sederhana dengan memperhatikan aspek sanitasi dan higienis sehingga baik untuk kesehatan dan lingkungan (Swastawati, 2011).

Cara pengawetan ikan dengan pengasapan sudah dikenal manusia sejak ditemukannya api. Dengan pemanggangan pengasapan itu ikan dapat disimpan lebih lama dan rasanya pun masih enak. Sejak saat itulah cara pengawetan ikan dengan pengasapan panas (hot smoking) semakin berkembang. Proses produksi dilakukan selama 8 jam dari pukul 10 pagi sampai pukul 6 sore. Proses pengawetan ikan yang dilakukan di keluran Pelutan itu ada 3 macam yaitu, pengasapan, presto, dan rebus. Pada proses pengasapan untuk memasak 1 kotak keranjang ikan itu membutuhkan waktu 1 jam setengah dengan cara dibakar diatas tungku menggunakan batok kelapa karena dianggap lebih wangi daripada kayu yang lain dan dapat bertahan selama 3 hari. Untuk proses presto membutuhkan waktu memasak selama 2 jam menggunakan panci presto dan memiliki ketahanan selama 1 hari. Proses Perebusan dilakukan selama 1 jam setengah yang dapat bertahan selama 1 hari. Ikan yang di produksi ada bermacam-macam yaitu, ikan salem, ikan biro, ikan banyar, ikan tongkol, dan ikan layang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *